Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Selasa, 15 Mei 2012

FUNGSI SINTAKSIS KALIMAT


Kalimat

Pengertian
Kalimat adalah arus ujaran yang berisikan kata atau kumpulan kata yang memiliki pesan atau tujuan dan diakhiri dengan intonasi final.

Ciri-ciri kalimat:
1.      Terdiri dari satu kalimat atau lebih
2.      Mengandung klausa atau tidak
3.      ditandai oleh pemakaian intonasi akhir yang final. Intonasi akhir dalam ragam tulis suatu kalimat ditandai oleh pemakaian tanda titik ( . ), tanda tanya ( ? ), atau tanda seru ( ! ).

Struktur Kalimat
 a. Subjek à unsur yang berfungsi sebagai pokok pembicaraan suatu kalimat. Fungsi ini umumnya diisi oleh kata atau frase benda (konkret atau abstrak), namun ada pula yang diisi oleh kata kerja. Contoh: Kakaknya sedang menulis surat             Membaca adalah hobinya
 b. Predikat à unsur kalimat yang berfungsi menjelaskan subjek. Umumnya predikat berada di belakang subjek. Sebagian besar, fungsi predikat diisi oleh kata kerja, meskipun pada beberapa kasus dapat pula diisi oleh kata benda, kata sifat, dan frase depan.
      Contoh:  a. Mantan pensiun itu menikmati masa pensiunnya.
                    b. Pencurinya pemuda itu.
                    c. Bunga itu indah sekali.
                    d. Ayah ke kantor.
 c. Objek dan Pelengkap à fungsi kalimat yang letaknya selalu berada di belakang predikat. Objek diisi oleh kata benda, sedangkan pelengkap dapat diisi oleh kata kerja, kata sifat, atau kata bilangan.
      Contoh: a. Ayah bermain catur . (berobjek)
                    b. Anak itu kedapatan merokok. (berpelengkap) 

    d. Keterangan à unsur yang fungsinya menerangkan seluruh fungsi yang ada dalam suatu kalimat.
      Ciri-ciri keterangan: kehadirannya bersifat manasuka, letaknya bebas, umumnya didahului kata depan seperti di, dari, ke, ketika, tentang.
      Contoh: a. Kemarin paman berangkat ke Solo.
                       b. Saya dan teman-teman berkumpul di lapangan basket.
A.
Jenis Kalimat Berdasarkan Pelaku
1.        Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang subyeknya melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan.  Predikat dalam kalimat aktif biasanya menggunakan awalan me- atau ber-. Ditinjau dari ada atau tidaknya objek dalam kalimat aktif, dikenal 2 macam kalimat aktif, yaitu kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif.
a.          Kalimat Aktif Transitif à kalimat aktif yang memiliki objek penderita
Ciri :
a. ada objek
b. berimbuhan : me (V), memper, memper-I, me ( V)- I, me ( V) kan/ memper-i
contoh : Ia  mengerjakan tugas itu
              S          P                O

b.        Kalimat Aktif Intransitif à kalimat aktif yang tidak memiliki objek penderita.
Ciri :
a. tanpa objek
b. berafiks ber-
c. berkata dasar predikatnya
contoh : Ia menjerit
               S     P
              Rani menangis
                S         P
2.    Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subyeknya dikenai oleh suatu pekerjaan. Predikat dalam kalimat pasif biasanya menggunakan awalan di- atau ter-. Subjek kalimat pasif dikenai tindakan atau perbuatan yang dinyatakan dalam predikat.
Contoh:  Mobil itu diperbaiki oleh montir.
               Bajunya dijahit oleh ibunya.

B.
Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang menginformasikan pesan atau ide secara tepat (tidak terjadi salah tafsir).
Ciri kalimat efektif diantaranya :
a)      Minimal ada S-P
Contoh :
Dia belajar
   S       P
Bagi saya, hal itu sangat berarti
      K            S              P
Ayah mencintai kami
    S          P           O
Sepanjang masa
           K
b)      Logis atau masuk akal
Contoh : Mayat yang terpotong-potong itu mondar mandir dipasar baru.
Seharusnya : sebelum menjadi mayat yang terpotong-potong, ia mondar-mandir dipasar baru.

c)      Hemat.
Pejabat dari pada Negara itu dirumahkan.
Para hadirin dipersilahkan berdiri.
*Catatan : kata bercetak tebal harus dihilangkan.

Kalimat Tidak Efektif
Kalimat tidak efektif atau kalimat nonbaku yang disebabkan oleh :
  1. Rancu atau kacau yaitu penggabungan dua kalimat yang benar akhirnya menjadi salah karena tidak sesuai dengan kaidah.
Contoh :
Dalam bahasa Indonesia tidak mengenal tensis.
                 K                              P                O
Seharusnya :
Bahasa Indonesia tidak mengenal tensis.
            S                         p                O
Atau
Dalam bahasa Indonesia tidak dikenal tensis.
              K                              p                O
  1. Pemakaian preposisi yang tidak tepat,misalnya di, ke, dari, untuk, dengan, dalam, pada, kepada, bagi, mengenai, akan, tentang, dan terhadap.
Contoh :
1)      Di depan subjek
Dalam gua itu menyimpan nenek perawan.
            K                P                     O
Seharusnya :
Gua itu menyimpan nenek perawan.
    S          P                         O
(prep. Dalam dihilangkan)
Atau
Dalam gua itu disimpan nenek perawan.
            K                P                 S
(pred. dipasifkan)
2)      Diantara predikat dan objek
(kalimat aktif transitif)
Contoh :
Ia membicarakan tentang hari perkawinan.
 S            P             prep.            O
(prep. Harus dihilangkan)

  1. Salah penempatan keterangan aspek atau modalitas dalam bentuk pasif.
Keterangan aspek atau modalitas: ingin, mau, akan, telah, sudah, hendak.
Contoh :
Saya ingin bicarakan masalah itu kepada anda.
Seharusnya :
1.      saya ingin membicarakan masalah itu kepada anda. ( aktif )
2.      ingin saya bicarakan masalah itu kepada anda. ( pasif )
C.
Jenis Kalimat Berdasarkan Kelengkapan Unsur

Kalimat Minor dan Mayor
Kalimat minor adalah kalimat yang mengandung satu unsur pusat. Unsur pusat yang sering digunakan dalam kalimat minor berupa predikat. Kalimat minor umumnya digunakan sebagai jawaban atas suatu pertanyaan, perintah, atau seruan.
Contoh:
1.      Besok pagi. (sebagai jawaban atas pertanyaan,”kapan ayah berangkat?”)
2.      Ke pasar. (sebagai jawaban atas pertanyaan,”ibu pergi ke mana?”)
3.      Kerjakan!(perintah)
4.      Lari!(perintah)
5.      Ani!(seruan)

Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur pusat, yakni bisa terdiri dari subjek dan predikat (S-P) atau subjek, predikat, objek (S-P-O) atau lebih dari itu, misalnya ditambah keterangan (S-P-O-K).
Contoh :
1.      Alam akan pergi  besok pagi
    S                    P              K
2.  Kerjakan  tugas ini !
S          P

Kalimat Berobjek dan Berpelengkap
Pelengkap dalam suatu kalimat adalah unsur yang berfungsi melengkapi predikat sehingga arti predikat menjadi utuh. Unsur pelengkap dapat diisi oleh kata benda (nominal)atau kata sifat (ajektiva)
Kemunculan pelengkap bergantung pada bentuk predikat yang mendahuluinya.
Pelengkap akan muncul jika suatu kalimat mampunyai predikat berikut ini.
  1. kata adalah dan merupakan
contoh:
Pancasila  adalah  dasar Negara Republik Indonesia.
S                 P               Pelengkap
  1. Verbal berimbuhan ber-dan ber-kan
Para pejuang  bersenjata  bambu runcing.
            S                      P                      Pelengkap
  1. Verbal berimbuhan ter-
Pemandangan alam  tertutup     awan
S                                  P.         Pelengkap
  1. Verbal berimbuhan ke-an
Contoh:
            Motorku  kehabisan  bensin.
             S                     P          Pelengkap
Objek dan pelengkap mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama terletak setelah predikat. Perbedaannya adalah objek dapat berubah menjadi subjek jika kalimat dipasifkan, sedangkan pelengkap tetep berperan sebagai pelengkap apabila kalimat dipasifkan.
Contoh:
Ayah  membelikan  adik  sepatu.
S            P                 O     Pelengkap
Adik  dibelikan  ayah  sepatu.
S            P            O       Pelengkap
Ciri-ciri objek antara lain sebagai berikut.
1.      Jenis katanya termasuk kata benda (nominal).
2.      Berada langsung di belakang verbal transitif tanpa preposisi (kata depan)
Contoh:
            Ita  membeli  buku
              S         P          O(kata benda)
                   3. Dapat diubah menjadi subjek jika dipasifkan.
                        Contoh:
                                    Ita  membeli  buku.
                                      S        P          O
                        Jika dipasifkan menjadi:
                                     Buku  dibeli Ita
                                        S         P      O
            4. Dapat diganti dengan –nya.
                Contoh:
                        Buku dibeli Ita.
                        Buku dibelinya.
Kata ganti –nya kalimat di atas merupakan pengganti objek (Ita), jabatan pronominanya (pengganti) adalah sebagai objek .

        Ciri-ciri pelengkap antara lain:
1.      Jenis katanya termasuk kata benda, kata kerja , atau kata sifat.
Contoh:
              Adik bermain bola. (bola = kata benda)
              Adik berwajah tampan. (tampan = kata sifat)
              Adik suka berenang. (berenang = kata kerja)
2.      Berada di belakang verbal semitransitif (tidak berobjek, tetapi berpelengkap)atau verbal dwitransitif (berobjek dan berpelengkap).
Contoh:
              Orang itu  bertubuh  raksasa.
                                    S                   P            Pelengkap
                                    Ibu  mengirimi  saya  kue
.                                    S        P              O     Pelengkap
3.      kalimatnya tidak dipasifkan. Kalaupun dapat dipasifkan, pelengkap tidak mengalami perubahan.


Unsur Pembentuk Kalimat
A.    Frase
Frase adalah kelompok kata yang bukan subjek dan predikat, tetapi dapat menjabat fungsi-fungsi kalimat.
1.   Inti frase
            Inti frase adalah bagian frase yang pokok (bagian yang diterangkan)
Contoh :  Akan makan lagi
                                      Inti
2.   Pola frase
   Pola frase dapat berada dalam kalimat atau dapat pula berdiri sendiri (hal ini berkaitan dengan hukum DM atau MD dan jenis kata), contoh : suster cantik = makan pagi
                                                                           D      M              D     M
                                                                        kepala sekolah = ayah dokter
                                                                                      KB       KB        KB    KB

Umumnya frase terdiri dari frase eksosentrik dan frase endosentrik. Frase Eksosentrik adalah  frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai prilaku sintaksis yang sama dengan seluruhan. (tidak bisa terpisah/tak bisa dibuang salah satu). Frase Eksosentrik terbagi :
  1. Eksosentrik yang direktif
  2. Eksosentrik yang non direktif
    • Eksosentrik yang direktif komponen pertamanya berupa preposisi di-, ke-, dari-, demi, dengan, dan komponen ke-2nya berupa nominal benda. Frase ini disebut juga frase ase freesisional.
    • Eksosentrik non direktif komponen pertamanya adalah si-, sang-, para, yang. Komponen ke-2nya berupa kata/kelompok kata yang berkatagori benda, adjektiva/sifat.

Sedangkan Frase Endosentrik adalah frase yang secara keseluruhan komponennya mempunyai perilaku sinteksis yang sama dengan salah satu komponen (bisa dipisah/dapat  mewakili).
Berikut adalah jenis-jenis frase.
Berdasarkan kategori intinya frase dibedakan menjadi :
a)      Frase nominal (yang menjadi inti kata benda), contoh : rumah baru.
b)      Frase verbal (yang menjadi inti kata kerja), contoh : jalan cepat.
c)      Frase adjectival (yang menjadi inti kata sifat), contoh : besar sekali.
d)     Frase koordinatif : frase yang komponen pembentuknya terdiri dari 2 komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif, contoh : Ibu dan bapak, buruh atau majikan.
e)      Frase apositif : frase koordinatif yang ke 2 komponennya saling merujaksesamanya dan oleh karena itu urutan komponennya dapat dipertukarkan.
Contoh : 1. Pak ahmad/guru saya/rajin sekali.
   2. Guru saya/pak ahmad/rajin sekali.
f)       Frase antributif, contoh : Rumah bertingkat, tangga berjalan.
g)      Frase ambigu : frase yang memiliki makna ganda, contoh : Lukisan ayah.

ü  Lukisan ayah itu hasil karya pelukis terkenal (lukisan milik ayah)
ü  Ayah sedang melukis seekor kucing lukisan ayah bagus sekali. (lukisan hasil karya ayah)
ü  Pak suki Abdullah melukis ayah, lukisan ayah ada di ruang tamu (lukisan mengenai diri ayah)
Pola Frase :
1.      D. Menerangkan         : Roti tawar. Teh manis
                                                              D     M       D    M
2.      M. Diterangkan           : seekor kucing
                                                                M        D
3.      M, D, M          : segelas susu coklat
                                                     M       D      M
B.     Klausa
Klausa adalah satuan sintaksis berupa tuntutan kata-kata berkontraksi predikatif atau kelompok kata yang sudah memiliki subjek dan predikat, tetapi belum berintonasi akhir.
Contoh : Gadis itu   ramah
                     S            P
               Manisnya   senyum nenek
                     S                P
Berikut adalah jenis-jenis klausa.
  1. Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya berkatagori verba (k. kerja), contoh : sapi berlari.
  2. Klausa nominal adalah klausa predikatnya berupa nomina (k. benda), contoh : kakeknya petani didesa itu.
  3. Klausa ajektifal adalah klausa yang predikatnya kata sifat, contoh : Ibu guru itu cantik sekali.
  4. Klausa adverbial adalah klausa yang predikatnya berupa adverbial, contoh : bandelnya teramat sangat
  5. Klausa proposional adalah predikatnya berkatagori preposisi, contoh : kakak ke pasar baru
Klausa numeral adalah klausa yang predikatnya berupa kata atau numeralia (bilangan), contoh : mobilnya 8 benjal

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut