Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Selasa, 15 Mei 2012

laporan praktik KIMIA kelas XI IPA 2



MENGAMATI PERUBAHAN ENTALPI REAKSI
LAPORAN PRAKTIKUM
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Pelajaran KIMIA
 






Nama : Siti rahma
Kelas : XI IPA 2
NIS : 14967
No. Urut : 33

SMAN 1 WATAMPONE
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENDAHULUAN

1.      Judul Kegiatan:
Perubahanentalpi reaksi
2.      Tujuan :
Percobaan ini dilakukan untuk menentukan perubahan entalpi pada reaksi antara
larutan natrium hidroksida dengan larutan asam klorida.
3.      Dasar Teori
          Entalpi adalah jumlah dari semua bentuk energi yang tersimpan dalam suatu zat. Reaksi kimia umumnya berlangsung pada wadah terbuka dan tekanan tetap. Oleh karena itu setelah terjadi perubahan kimia akan terjadi perubahan entalpi pula. Perubahan entalpi sistem suatu reaksi ditentukan oleh keadaan awal (pereaksi) dan keadaan akhir (hasil akhir).
                                                                ∆H =  -
         Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi yang melibatkan perubahan entalpi dan penulisannya dikaitkan dengan koefisien reaksi dan wujud zat. Pada persamaan termokimia koefisien reaksi menunjukkanperbandingan jumlah mol dan mempengaruhi nilai perubahan entalpi.
         Perubahan entalpi reaksi yang diukur pada keadaan standar yaitu pada 25°C
(298 K) dan tekanan 1 atmosfer (1 atm) disebut perubahan entalpi dasar dan diberi lambang ΔH°. Satuan energi yang digunakan untuk ΔH° menurut satuan internasional (SI) adalah joule (J). Namun dalam menyatakan energi dalam suatu makanan masih menggunakan satuan kalori (kal) dimana 1 kalori setara dengan 4,184 J atau 1 kkal (kilokalori) setara dengan 4,184 kJ (kilojoule).
Macam-macam perubahan entalpi :
1.       Perubahan entalpi pembentukan standar (ΔHf°) adalah jumlah kalor yang
dilepaskan atau dibutuhkan pada reaksi pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya dalam keadaan stabil pada keadaan standar (25°C atau 298 K dan 1 atm).
2.       Perubahan entalpi penguraian standar (ΔHd°) adalah jumlah kalor yang
dilepaskan atau dibutuhkan pada reaksi penguraian 1 mol senyawa menjadi
unsur-unsurnya dalam keadaan stabil pada keadaan standar (25°C atau 298 Kdan 1 atm). Entalpi penguraian merupakan kebalikan dari entalpi pembentukan.
ΔHd° = - ΔHf°
3.       Perubahan entalpi pembakaran standar (ΔHc°) adalah jumlah kalor yang
dilepaskan pada reaksi pembakaran sempurna 1 mol zat (unsur atau senyawa) dalam keadaan stabil pada keadaan standar (25°C atau 298 K dan 1 atm). Reaksi pembakaran tergantung pada jumlah oksigen yang bereaksi.
4.       Perubahan entalpi pelarutan standar (ΔHs°) adalah jumlah kalor yang
dilepaskan atau dibutuhkan pada saat 1 mol zat dilarutkan dalam pelarut berlebih menjadi larutan encer pada keadaan standar (25°C atau 298 K dan 1 atm).
          Alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan sistem pada suatu reaksi adalah kalorimeter. Secara sederhana kalorimeter dapat dibuat dari gelas gabus atau styrofoam cup. Gabus bersifat isolator sehingga dianggap dapat menahan kalor untuk pindah ke lingkungan. Pada reaksi eksotermis, kalor yang dilepaskan tetap berada dalam larutan untuk menaikkan suhu. Sedangkanpadareaksiendotermis, kalordiserap dari larutan dan suhupunturun. Jadi, tidak ada kalor yang berpindah dari sitemkelingkungan.
          Kalorimeter bom merupakan kalorimeter yang dirancang khusus untuk reaksi pembakaran yang melibatkan gas. Pada kalorimeter bom terdapat ruang khusus berisi pereaksi dan hasil reaksi (tempat terjadinya reaksi kimia atau sistem). Ruang khusus ini dikelilingi oleh air, termometer, pengaduk, dan wadah pembatas kalorimeter sebagai lingkungan.
= m x c x ∆T
 = C x ∆T
Dengan, q = jumlah kalor
              m= massa air (larutan) di dalam kalorimeter
              c= kalor jenis air (larutan) di dalam kalorimeter
              C= kapasitas kalor dari bom kalorimeter
              ∆T= kenaikan suhu larutan (kalorimeter)










PEMBAHASAN

Laporan Kerja
Alat dan Bahan :
1.      Bejana plastik
2.      Sulinder ukur
3.      tissue
4.      termometer
5.      larutan NaOH
6.      larutan HCL
Cara Kerja :
1.      Masukkan 50  larutan NaOH 1 M ke dalam bejana plastik dan 50 larutan HCL 1 M ke dalam silinder ukur.
2.      Ukur suhu kedua larutan itu. Termometer harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum dipindahkan dari satu larutan ke larutan yang lain. Jika suhu kedua larutan berbeda,tentukan suhu rata-rata (suhu awal).
3.      Tuangkan HCL ke dalam  bejana plastik yang berisi larutan NaOH, aduk dengan termometer dan  perhatikan suhu yang ditunjukkan oleh termometer itu. Suhu akan naik kemudian menjadi tetap dan selanjutnya turun. Catatlah suhu yang tetap itu (suhu akhir).


HASIL PENGAMATAN

No
Kegiatan
Hasil Pengamatan
1.
Larutan  NaOH 1M  ke dalam bejana plastik
Suhu menjadi  C
2.
Larutan HCL 1 M ke dalam silinder ukur
Suhu menjadi  C
3.
Pencampuran antara larutan HCL dengan larutan NaOH
Suhu naik menjadi  C
4
Perubahan suhu ∆T
33-31=   C

Pertanyaan
1.      Hitunglah energi yang harus pindah ke lingkungan agar suhu larutan hasil reaksi turun menjadi sama dengan suhu pereaksi (suhu awal).
2.      Hitunglah jumlah mol NaOH dalam 50  larutan NaOH 1M dan jumlah mol HCL dalam 50  larutan HCL 1 M.
3.      Hitunglah perubahan entalpi (∆H) per mol  yang terbentuk dalam reaksi.
4.      Tulis persamaan termokimia untuk reaksi ini.



Jawaban
1.      HCL =  C          suhu awal
NaOH =  C
HCL + NaOH =  C             suhu akhir

 = m. c . ∆t
 = 100 g  . 4,18 J  . 2 K
= 418 J  . 2 K
 = 836 j
 = -q larutan
  = - 836 j
2.      Jumlah mol NaOH, n = V x M = 0,05 L x 1 mol   = 0, 5 mol
Jumlah mol HCL, n = V x M = 0,05 L x 1 mol  = 0,05 mol
3.      =  x -836 J
                            = -16720 J
                                     = - 16,72 KJ
Jadi, ∆H (reaksi) = = - 16,72



PENUTUP

Kesimpulan
Reaksi yang terjadi antara larutan NaOH dengan HCl adalah reaksi eksoterm karena tidak ada kalor (perpindahan materi maupun energi) yang terbuang ke lingkungan. Perubahan entalpi (ΔH) reaksi dipengaruhi oleh kondisi (suhu dan tekanan) pengukuran. Perubahan kalor pada suatu reaksi diukur dengan mengukur perubahan suhu yang terjadi.

Saran
     Dengan adanya laporan ini, penulis mengemukakan saran antara lain :
a.      Sebaiknya siswa lebih memperdalam  pengetahuan  tentang  reaksi eksoterm dan endoterm.
b.      Diharapkan setiap anggota kelompok bisa bekerja sama dalam melakukan  kerja ilmiah, agar  hasil  pengamatan  lebih baik lagi.
c.       Diharapkan kepada guru agar menjelaskan secara mendetail mengenai reaksi eksoterm dan endoterm.


1 komentar:

nur patma herli apriani mengatakan...

makasih banyak ya :D

Poskan Komentar

Pengikut