Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Selasa, 15 Mei 2012

LAPORAN KIMIA TENTANG PH INDIKATOR


Pengujian pH dengan Indikator Universal
*   Tujuan :
Menentukan pH larutan asam, basa, dan air murni menggunakan indikator universal pita.

*   Teori :
                                   
Derajat keasaman (pH)

pH atau derajat keasaman digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman (atau ke basaanyang dimiliki oleh suatu larutan. Yang dimaksudkan “keasaman” di sini adalah konsentrasi ion hidrogen(H+) dalam pelarut air. Nilai pH berkisar dari 0 hingga 14. Suatu larutan dikatakan netral apabila memiliki nilai pH=7. Nilai pH>7 menunjukkan larutan memiliki sifat basa, sedangkan nilai pH<7 menunjukan keasaman.           
Nilai pH 7 dikatakan netral karena pada air murni ion H+ terlarut dan ion OH- terlarut (sebagai tanda kebasaan) berada pada jumlah yang sama, yaitu 10-7 pada kesetimbangan. Penambahan senyawa ion H+ terlarut dari suatu asam akan mendesak kesetimbangan ke kiri (ion OH- akan diikat oleh H+ membentuk air). Akibatnya terjadi kelebihan ion hidrogen dan meningkatkan konsentrasinya.
Indikator universal adalah gabungan dari beberapa indikator. Larutan indikator universal yang biasa digunakan dalam laboratorium terdiri dari metal jingga (trayek : 2,9-4,0), metal merah (trayek : 4,2-6,3), bromtimol biru (trayek : 6,0-7,6), dan fenolftalein (trayek : 8,3-10,0). Indikator-indikator itu memberi warna yang berbeda bergantung pada pH larutan.
Asam kuat adalah asam yang terionisasi 100% dalam larutan. Pada tiap saat, sebenarnya 100% hidrogen klorida akan bereaksi untuk menghasilkan ion hidroksonium dan ion klorida. Hidrogen klorida digambarkan sebagai asam kuat. Asam kuat lain yang biasa diperoleh adalah asam sulfat dan asam nitrat. Penentuan pH asam kuat ,Jika anda menentukan pH dari 0.1 mol dm-3 asam klorida. Yang anda perlukan untuk melakukannya adalah menentukan konsentrasi ion hidrogen dalam larutan terlebih dahulu, dan kemudian mengubahnya menjadi bentuk pH dengan menggunakan kalkulator. Dengan menggunakan asam kuat hal ini sangatlah mudah. Asam hidroklorida adalah asam kuat – terionisasi 100%. Tiap mol HCl bereaksi dengan air untuk menghasilkan 1 mol ion hidrogen dan 1 mol ion klorida.
Asam lemah adalah salah satu yang tidak terionisasi seluruhnya ketika asam lemah tersebut dilarutkan dalam air. Asam etanoat (asam asetat) adalah asam lemah yang khas. Asam etanoat bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion hidroksonium dan ion etanoat, tetapi reaksi kebalikannya lebih baik dibandingkan dengan reaksi ke arah depan. Ion bereaksi dengan sangat mudah untuk membentuk kembali asam dan air.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/kfisika/ethanoiceqm.gifhttp://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/kfisika/padding.gif
Pada setiap saat, hanya sekitar 1% molekul asam etanoat yang diubah ke dalam bentuk ion. Sisanya tetap sebagai molekul asam etanoat yang sederhana. Sebagaian besar asam organik adalah asam lemah. Hidrogen fluorida (dilarutkan dalam air untuk menghasilkan asam hidrofluorida) adalah asam anorganik lemah.
Basa kuat adalah sesuatu seperti natrium hidroksida atau kalium hidroksida yang bersifat ionik. Kamu dapat memperkirakan senyawa tersebut terpisah 100% menjadi ion logam dan ion hidroksida dalam larutan. Beberapa basa kuat seperti kalsium hidroksida sangat tidak larut dalam air. Hal itu bukan suatu masalah – kalsium hidroksida tetap terionisasi 100% menjadi ion kalsium dan ion hidroksida. Kalsium hidroksida tetap dihitung sebagai basa kuat karena kalsium hidroksida 100% terionisasi. Penentuan pH basa kuat Ingat bahwa:
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/kfisika/ph.gifKarena pH merupakan pengukuran konsentrasi ion hidrogen, bagaimana suatu larutan yang mengandung ion hidroksida dapat memiliki harga pH? Untuk memahami hal ini, kamu perlu mengetahui tentang hasil kali ion air.
Basa lemah adalah salah satu yang tidak berubah seluruhnya menjadi ion hidroksida dalam larutan. Amonia adalah basa lemah yang khas. Sudah sangat jelas amonia tidak mengandung ion hidroksida, tetapi amonia bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion amonium dan ion hidroksida.
*     Alat dan Bahan:
§      Gelas ukur
§      Indikator uiversal
§      Air suling
§      Air kapur
§      Air jeruk
§      Air sabun
§      Air sumur
§      Air tanah
§      Larutan H2SO4
§      Larutan CH3COOH
§      Larutan NaCl
§      Larutan NaOH
§      Larutan HCl


*   Langkah-langkah percobaan:
1.      Siapkan potongan-potongan kecil pita indicator universal pada plat tetes.
2.      Teteskan air,larutan
3.      Amati warna yang terjadi pada indicator dan tentukan PH pada wadah pita indikator universal.

* Pertanyaan:
1.      Berapakah harga pH air,larutan asam,dan basa pada percobaan?
2.      Apakah pH larutan asam atau basa lemah sama dengan pH asam atau basa kuat?
3.      Buatlah kesimpulan tentang pH larutan asam dan basa.


*  Jawaban :
1.                  
*   Asam   :
Air Jeruk                      pH = 3 
HCl                              pH = 0             
CH3COOH                    pH = 2
H2SO4                             pH = 1

*      Basa:
NaOH                           pH = 14
Air Sabun                      pH = 10
Air Kapur                      pH = 13


*      Netral
            Air Sumur                    pH = 7
            Air Suling                     pH = 7
Air Tanah                    pH = 7
 NaCl                            pH = 9

2.             Tidak sama, karena larutan yang termasuk  Asam kuat, yaitu asam yang banyak menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (asam yang terionisasi sempurna dalam larutannya). Contoh HCl memiliki pH = 0. Sedangkan  Asam lemah, adalah asam yang sedikit menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (hanya terionisasi sebagian). Contoh CH3COOH memiliki pH = 2. Dan  Basa kuat, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH dalam jumlah yang besar. Basa kuat biasanya disebut dengan istilah kausatik. Contoh NaOH memiliki pH = 14.  Sedangkan Basa lemah, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH” dalam jumlah kecil.Contoh NH3 memiliki pH = 9.

3.            Kesimpulan :
Setelah melakukan percobaan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Asam adalah larutan yang memiliki pH < 7, Basa adalah larutan yang memilikin pH > 7 , dan netral adalah larutan yang memiliki pH = 7.



















Laporan Hasil Praktikum Kimia
(Pengujian pH dengan Indikator Universal)







SITI RAHMA
14967
XI IPA 2

                                                    
SMA NEGERI 1 WATAMPONE
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut