Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Selasa, 15 Mei 2012

laporan praktik eksoterm dan endoterm KIMIA kelas XI IPA 2


LAPORAN PENGAMATAN
*   Tujuan
        Memahami reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.
*        Teori
Reaksi berlangsung dengan menyerap atau membebaskan kalor. Reaksi yang membebaskan kalor disebut reaksi eksoterm, sedangkan reaksi yang menyerap kalor disebut reaksi enditerm. Jumlah kalor yang menyertai ( dibebaskan atau diserap ) suatu reaksi kita disebut kalor reaksi. Dalam termokimia, kiya senantiasa berhadapan dengan reaksi kimia, khususnya tentang energy yang menyertai reaksi tersebut. Reaksi atau proses yang sedang menjadi pusat perhatian kita disebut system. Segala sesuatu yang berada di sekitar system, yaitu dengan apa system itu bereaksi disebut lingkungan.
Adapun aliran kalor pada reaksi eksoterm dan endoterm adalah sebagai berikut               

Pada reaksi endoterm, system menyerap energy. Oleh Karen itu, entalpi system akan bertambah, artinya entalpi produk (Hp) lebih besar dari pada entalpi pereaksi (HR). akibatnya perubahan entalpi (ΔH), yaitu selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi bertanda positif
Reaksi endoterm : ΔH = HP – HR > 0
 


Sebaliknya, pada reaksi eksoterm, system membebaskan energy,sehingga entalpi system akan berkurang, artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda negative.
Reaksi eksoterm : ΔH = HP – HR < 0
 





*  Alat dan Bahan
*      tabung reaksi
*      spatula
*      spiritus dan korek api
*      larutan asam klorida (HCl)
*      pita magnesium
*      Kristal barium hidroksida (Ba(OH)2
*      Kristal ammonium klorida (NH4Cl)
*      Serbuk belerang (S)
*      Serbuk besi (Fe)
*      Bubuk tembaga (II) karbonat (CuCO3)
*  Cara kerja
*      Masukkan kurang lebih 3 cm3 larutan asam klorida (HCl)
 2 M ke dalam sebuah tabung reaksi, kemudian tambahkan potongan pita magnesium sepanjang 4 cm. amati perubahan yang terjadi dan rasakan perubahan suhu tabung reaksi.
*       Masukkan Kristal barium hidroksida (Ba(OH)2 . 8H2O) sebanyak 2 spatula ke dalam tabung reaksi. Tambahkan Kristal ammonium klorida (NH4Cl) sebanyak 2 spatula. Aduk campuran itu kemudian tutuplah dengan gabus. Pegang tabung itu dan rasakan suhunya. Biarkan sebentar, buka tabung dan cium bau gas yang timbul. Catat pengamatan anda.
*      Campurkan serbuk belerang  sebanyak 6 spatula dengan serbuk besi ebanyak 2 spatula.masukkan campuran itu ke dalam tabung reaksi. Panaskan tabung itu sampai berpija. Hentikan pemanasan, amati apa yang terjadi dan catat pengamatan anda.
*      Masukkan 3 spatula bubuk tembag (II) karbonat (CuCO3) ke dalam tabung reaksi. Panaskan tabung sampai mulai terjadi perubahan pada bubuk tersebut. Hentikan, amati apa yang terjadi dan catat pengamatan anda.


* Hasil pengamatan
1)       terdapat gelembung-gelembung pada pita magnesium, warnah larutan berubah, dan tabung reaksi menjadi panas.
2)      Tidak ada perubahan suhu pada tabung reaksi, dan campuran berbau gosong.
3)      Campuran menjadi satu, dan tabung reaksi menjadi panas.
4)      Bubuk tembaga (II) klorida menjadi hitam
*  Analisis data / Pertanyaan
1)     Gejalah apakah yang menunjukkan telah terjadi reaksi kimia pada percobaan (1), (2), (3), dan (4) ?
2)    Jika hasil reaksi dibiarkan  beberapa jam, apa yang anda harapkan terjadi pada percobaan (1) dan (2) ?
3)     Bagaimanakah jumlah entalpi zat-zat hasil reaksi(produk) dibandingkan dengan jumlah energy zat pereaksi (reaktan) pada reaksi (1), (2), (3), dan (4), jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama ?
4)    Gambarkan diagram tingkat energy untuk keempat reaksi di atas !
5)    Simpulkan pengertian reaksi eksoterm dan endoterm !
JAWABAN
1)   – Percobaan pertama terjadi gejala eksoterm
-  Percobaan kedua terjadi gejala endoterm
-  Percobaan ketiga terjadi gejala eksoterm
-  Percobaaan keempat terjadi gejala endoterm
2)   (1) saya harapkan campuran tersebut tetap dingin karena tidak dipanaskan
(2) yang saya harapkan campuran itu tidak berbau karena pada saat belum dicampur kedua Kristal tersebut tidak berbau
      3) –Percobaan pertama : - (negative)
         - percobaan kedua : + (positif)
         - percobaan ketiga :+ (positif)
         - percobaan keempat : - (negative)

     4)
                                                                                                                                
                                                          ΔH = HP – HR > 0

 

                      
a.     Reaksi endoterm untuk percobaan (2) dan (4) 

                  
                                                          ΔH = HP – HR < 0

                                                                                                                                                                                                                                                     
b.     Reaksi eksoterm untuk percobaan (1) dan ( 3)
5) sebagian reaksi dapat berlangsung pada suhu rendah, sementara reaksi lain hanya dapat berlangsung pada suhu tinggi. Reaksi yang memerlukan pemanasan itu belum tentu endoterm. Reaksi antara serbuk besi dengan serbuk belerang merupakan contah reaksi eksoterm yang hanya berlangsung pada suhu tinggi.meskipun memerlukan pemanasan, reaksi itu secara keseluruhan membebaskan energy. Reaksi eksoterm seperti itu memerlukan panas untuk mencapai kondisi yang memungkinkan reaksi dapat berlangsung. Jika reaksi sudah mulai berlangsung, maka pemanasan tidak diperlukan lagi. Sebaliknya, reaksi endoterm yang berlansung pada suhu tinggi terus-menerus memerlukan pemanasan. Jika pemanasan dihentikan, maka reaksi itu berhenti. Reaaksi penguraian tembaga (II) karbonat merupakan contoh reaksi endoterm yang berlangsung pada suhu tinggi.

2 komentar:

Andrian Suseno mengatakan...

Sangat membantu sis, kurang paham bener tentang praktek kemaren tapi udah disuruh buat laporan -_-

Vheny Manguma mengatakan...

Makasi informasinya :)

Poskan Komentar

Pengikut